Rabu, 24 September 2014

Tugas cerpen kelas XI



Arti Sebuah Kesetiaan
Salsabella Dewi Septianti / XI MIPA 2 / 28

           
Kini aku mengerti apa arti sebuah kesetiaan, apalagi untuk sebuah hubungan. Meskipun banyak sekali cobaan menimpa, aku dan dia akan selalu bersama. Karena kesetiaan tak terlihat di awal namun akan terlihat nanti di akhir.
            Namaku Dina Putri Permata Sari , aku biasa dipanggil Dina. Umurku sebentar lagi sudah 25 tahun. Umur yang sudah matang untuk memiliki seorang teman hidup yang akan menemaniku hingga nanti. Namun, apa daya hingga sekarang pun aku masih berstatus lajang. Aku memiliki seorang kekasih yang selalu setia menemaniku kemanapun aku pergi. Menemaniku disaat sedih maupun duka. Dan dia berjanji sehidup semati denganku. Aku tak tau apa itu hanya omong kosong saja atau memang dibuktikan nanti, tunggu saja nanti jikalau sudah tepat waktunya. Nama kekasihku adalah Putra, banyak orang mengira bahwa kita adalah saudara kembar. Karena nama kita yang sama dan wajah kita yang mirip, semoga saja ini pertanda jodoh.

            “Dina.....” panggil mama
            “iya ada apa ma?”

            Saat itu tepat pukul 8 malam , ayah memanggilku untuk menuju ke ruang tamu. Perlahan langkahku terarahkan ke ruang tamu dengan keheningan dan sejenak aku merasa sedikit takut. Tepat di depan ayah, aku tak berani menatapnya secara langsung sejenak ayah menyapaku. Seketika, rasa cemas dan ketakutan itupun sirna begitu saja.

Lama sekali aku berbicara dengan ayah. Dalam pembicaraan itu ayah memberikan selebaran kertas yang berisikan tentang beasiswa ke luar negeri. Ayah memintaku agar aku dapat melanjutkan menuntut ilmu disana, tepatnya di Vienna. Daridulu aku sangat ingin pergi ke Vienna,tidak hanya untuk menuntut ilmu semata namun juga mencari kebenaran tentang peradaban islam di Eropa.
-            -
Aku berlari menyusuri komplek rumahku yang tak jauh dengan rumah
Putra. Aku meminta Putra agar ia mau untuk mencoba berbicara dengan ayah. Namun,ia tidak mau dan ia selalu mengatakan bahwa ia belum siap untuk berbicara dengan ayah. Jujur ini sangat mengecewakan untukku. Padahal aku juga sudah mengatakan bahwa aku akan pergi dalam kurun waktu dua minggu lagi.

“Putra kapan kamu akan mencoba berbicara dengan ayah?” tanyaku.
Putra hanya bergeming,selama hampir dua minggu dia menghiraukan aku. Akhirnya,langkahku untuk pergi ke Vienna semakin pasti.
-            -
Hari ini aku berangkat ke Vienna, keluarga mengantarkanku hingga ke
bandara. Aku hanya bisa mengirimkan pesan singkat kepada Putra dan hingga saat itu ia masih tetap tidak membalas.
-             -
Aku berjalan-jalan menyusuri Vienna yang sangat indah ini. Sudah hari
demi hari,bulan demi bulan,dan satu tahun telah terlewati. Dan tiba-tiba aku mendapatkan pesan singkat yang berisikan :
“Din, ini aku Putra. Bagaimana kabarmu? Kini aku mengerti Din bagaimana aku menjadi seorang kekasih yang setia. Sekarang aku akan berangkat menyusulmu ke Vienna,aku akan menebus semua kesalahanku dulu. Disana aku akan menemanimu untuk selamanya. Aku benar benar merindukanmu J

            Satu hari aku menunggunya. Saat sepulang dari kampus aku melihat
ponsel yang sejak tadi berbunyi. Betapa terkejutnya aku saat mendapat berita bahwa pesawat yang ditumpangi Putra mengalami kecelakaan dan hingga saat ini jasad Putra masih belum ditemukan karena lokasi kecelakaan yang tidak memungkinkan. Saat itu juga aku bergegas untuk berangkat ke Indonesia. Namun,sekarang aku tidak mengerti apa yang harus aku perbuat. Kini semuanya telah hilang dan pergi.
Selamat jalan Putra,semoga engkau diterima di sisi-Nya. Aamiin ...

“ Tersenyumlah saat engkau mengingatku karena saat itu aku tak berada disampingmu, tetapi pejamkanlah mata indahmu itu agar aku akan berada dihatimu untuk slamanya. Tak ada yang tersisa lagi untukku selain kenangan kenangan yang indah bersamamu. Mata indah yang biasa aku melihat keindahan cinta, mata indah yang dulu adalah milikku kini semuanya terasa jahu meninggalkanku. Kehidupan terasa kosong tanpa kehadiranmu.. Hati,cinta,dan rinduku adalah milikmu.. cintamu takkan pernah membebaskanku. Bagaimana mungkin aku mencari cinta yang lain disaat sayap sayapku telah patah karenamu. Cintamu, akan tetap tinggal bersamaku hingga akhir hayatku dan setelah kematian. Hingga tangan Tuhan akan menyatukan kita lagi. Betapapun hati telah terpikat pada sosok terang dalam kegelapan yang tengah menghidupkan sinar redupnya. Namun,tak dapat menghidupkannya lagi. Kau tak kan pernah terganti bagai pecahan logam , mengekalkan, kesunyian, kesendirian , dan kesedihanku kini aku tlah kehilanganmu. “

Tidak ada komentar:

Posting Komentar